Yang dipertanyakan ialah nilai suatu kehidupan yang diperpanjang bagi si pasien. Menurut kriteria ini tidak masuka akal untuk mempertahankan sisa-sisa kehidupan orang pasien apabila otaknya sudah mati; apabila tinggal kehidupan yang hanya bersifat vegetatif saja; apabila pasien dalam keadaan koma permanen tanpa harapan berdasar bahwa ia sadar kembali, apabila karena kerusakan pada otak pasien secara mental tidak dapat normal kembali, apabila fungsi-fungsi badan yang hakiki bagi kehidupan manusia untuk selamanya hilang atau hampir rusak sama sekali.
Jumat, 02 Desember 2016
Kamis, 24 November 2016
Tujuan Hidup Manusia Menurut Pandangan Islam
Setiap manusia Muslim perlu menyadari tujuan hidup, kemudian berusaha untuk menyesuaikan segala aktivitas dan langkah-langkah dalam kehidupannya sehari-hari, dengan tujuan hidup yang sesuai dengan tuntutan agama. Orang yang tidak memahami tujuan hidupnya, seperti seorang nahkoda kapal yang kehilangan petunjuk arah dalam berlayar di tengah lautan lepas dan lama kelamaan bahan bakar habis dan kapalpun karam ke dasar laut yang amat dalam.
Untuk menentukan tujuan hidup harus dipahami terlebih dahulu untuk apa sebenarnya manusia hidup, atau diturunkan Allah ke muka bumi ini menurut Islam. Adapun tujuan Allah menjadikan manusia, sebagaimana dijelaskan oleh firman-Nya dalam surat Al-Baqarah 21 yang artinya:
Tujuan Hidup Bangsa Indonesia
Suatu bangsa yang ingin berdiri kokoh dan kuat harus mempunyai tujuan hidup yang dicita-citakan. Bagi Indonesia, sejak Negara Indonesia merdeka, tujuan itu telah ada dan jelas, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Cita-cita kemerdekaan yaitu untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa , dan turut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Rabu, 23 November 2016
Tujuan Hidup Manusia Mengalami Proses Perkembangan
Kehidupan manusia mememrlukan perjuangan yang keras untuk mempertahankan hidup, dalam suasana serba sulit, serba ketakutan, sengsara, dan tidak merasakan kebahagiaan. Sehingga, tujuan hidup mereka tidak begitu jelas, atau hampir tidak ada sama sekali.
Atas dasar bentuk pengertian pendidikan seperti inilah, maka pendidikan dimulai sejak manusia itu ada. jadi jelas, perkembangan kehidupan manusia dalam hidup bermasyarakat hingga sekarang ini, menurut Edward Burner Tylor (1832-1917), seorang berkebangsaan Inggris, manusia melalui tiga fase perkembangan, yaitu from savagrry (kekejaman), through barbarism (kebiadaban), to civilization (kepada peradaban).
Manusia dan Tujuan Hidupnya
Manusia adalah salah satu jenis makhluk hidup yang menjadi anggota populasi di permukaan bumi ini. Ia adalah suatu himpunan yang memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh sekian juta makhluk hidup lainnya, Manusia, selama ia hidup selalu berusaha dan berjuang untuk memanfaatkan alam sekitarnya dengan cara menggunakan daya dan tenaga alam untuk kepentingan dirinya. Digunakannya tanah, air, udara, api, sinar dan sebagainya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Proses Hidup Manusia dan Filsafat Pendidikan
Sudah merupakan suatu kenyataan dalam proses kehidupan manusia, bahwa mereka harus melaksanakan tugas-tugas hidup yang dilaksanakan dan ditunaikan dengan baik dan sempurna, sejak zaman kehidupan mereka yang sederhana, di hutan rimba dan di gua batu, atau tempat lainnya, sampai kehidupan umat abad ini. Di dalam kehidupan manusia yang sederhana, mereka bersusah payah dan penuh kesulitan yang beragam dalam menghadapi perjuangan hidup, bersama dengan hewan dan makhluk lainnya dala memperebutkan makanan dan tempat tinggal. Dalam hati mereka, mungkin juga timbul pertanyaan sebagimana dilukiskan oleh H.V. Loon secara filosofis dalam bukunya “The story of Mankink” (Sejarah Umat Manusia).
Proses Pendidikan Bersama Perkembangan Proses Kehidupan
Jika kita renungi pendapat R.C. Lodge tersebut, maka singkatnya dapat kita pahami bahwa masalah pendidikan memerlukan jawaban secara filosofis. Bidang dilsafat oendidikan adalah masalah hidup dan kehidupan manusia. Karena, semua pengalamman yang dialami seseorang selama hidup data dikatakan sebagai pendidikan. Pengertian pendidikan berarti usaha manusia dewasa secara sadar dalam membimbing, melatih, mengajar, dan menanamkan nialai-nialai dan pandangan hidup kepada manusia yang belum dewasa. Pendidikan formal yang diperoleh disekolah hanya merupakan bagian kecil, tapi menjadi masalah inti dan tidak bisa dilepas dalam kaitannya dengan proses pendidikan secara keseluruhan dalam kehiduan ini.
Adapun potensi-potensi yang dibawa sejak lahir yang dibina dan dikembangan menjadi sikap hidup, meliputi:
Langganan:
Postingan (Atom)