Banyak waktu kita dalam lingkungan etika, bahkan saat kita menjalani hidup kita di dalamnya. Tentu saja, kita telah dilantik ke dalamnya, kita terus-menerus dipengaruhi oleh itu, dan kita menggambar pada sumber daya setiap kali kita melakukan evaluasi etis apapun, berpikir tentang apa yang harus dilakukan, dan sebagainya. (Tidak seperti beberapa sumber daya dari lingkungan alam, mereka tidak bertanggung jawab terhadap kehabisan lingkungan etika, karena mereka terdiri dari ide-ide, kosa kata, opini, dan sebagainya, tetapi kita akan lihat nanti bahwa mereka bisa menjadi dilemahkan dalam berbagai cara.) Untuk melihat bagaimana cara kerja dari lingkungan etika kita bisa terlihat dapat memanfaatkan perbedaan filosofis antara orde pertama dan berpikir orde kedua. Ketika kita berpikir tentang apa yang harus dilakukan, atau mengevaluasi sesuatu, ini adalah pertama-order pemikiran; ketika kita merenungkan pemikiran seperti itu, bertanya-tanya tentang bagaimana kita memutuskan apa yang harus dilakukan, apa yang secara kita miliki untuk evaluasi kami, dan seterusnya, kita memasuki orde kedua pemikiran. Terlibat dalam orde kedua berpikir tentang lingkungan etis kita adalah, bagi banyak orang, bukan praktik yang umum.